Minggu, 17 Juni 2012

Kata mereka tentang Aku dan mimpi =)

Seorang teman berkata
“orang kayak kita tu gak pantes lulus cepet2 mbak..”
“orang kayak kita? Orang kayak apa?” tanyaku
“Kita yang selalu merasa tidak puas dengan kebermanfaatan diri”

Lalu…
“haaah, kalo aku tu dah mentok boi”
“manna ada sih mbak kata mentok” jawabnya

Kemudian…
“kalo bias saya sarankan yaaa.. cepatlah selesai kuliah, kayak si A, si B, si C. kalaupun ada hal lain yang harus dikerjakan, tetaplah buat target dan perencanaan, kapan harus gini, kapan harus gitu… kayak si A, si B, si C…”
Kali ini aku diam dan mengangguk-angguk. “Hu’u – hu’u…”

Trus…
“emang gak ada mbak yang kebayang untuk mbak lakuin dengan apa yang sekarang mbak tekuni, di bidang ini…?”
“Ada siiih, karena kalo dipikir ya bermanfaat juga, bias mengintegrasikan system kesehatan nasional kan luar biasa…” kataku
“nah itu, karena aku tau, mbak tu gak pernah pernah berpikir biasa aja. Pasti ada lah yang berbeda..”

Ada lagi…
“punya orang Turki, ada beasiswa S2nya juga lho kalo minat, coba aja…”
“bidangku mah di Australi, atau malah India..” mencari alternatif
“ow jangan salah…”

Juga ini…
“cepatlah bu… selesaikan itu skripsimu, trus kerja, trus nikah…, bantu suamimu nanti buat biaya nikahan, buat sewa kontrakan..”
“ha ha ha ha….” Ngakak guling2…

Yang ini agak dramatis
“You have to promise that we’ll be faithfull, and there will be lots a lots of love, it is the thing that really matters in this word…” kataku
“first, make promise with u’r self mbak…”
Dan aku nangis guling2..

Menjelang miladku yang ke-21 tahun lalu, tahun 2010. Aku sempat bertanya pada mereka…

Mengumpulkan kembali mimpi yang berserak
oleh Nunung Noor Hd pada 05 Februari 2010 jam 22:18

Sehabis ikut kajian soal mimpi. Kebetulan juga habis baca sang pemimpi. Ada satu kalimat tak terlupa dan terus menggelayut di pikiranku. "Ambil lagi mimpi-mimpi yang dulu pernah terbayang, yang ini, yang itu, masukkan lagi dalam kepala" kira-kira begitulah kata pematerinya full body language.

Saat itu juga pikiranku melintas ke masa lalu. Masa ketika aku mulai bisa mengingat. Tentu saja untuk mengembalikan mimpi2ku. Susah payah aku mengingatnya karna ternyata baru kusadari, tlah banyak yang kutinggalkan dan tercecer, berhamburan disana-sini.

Bahkan sulit bagiku mengingat semangatku yang dulu. Adakah yang mau bercerita bagaimana aku dan mimpiku juga mungkin semangatku saat kalian mengenalku? Fuih! Aku punyai gangguan ingatan nih....
Lalu, kata mereka…

Princess Nea Km,prnah nuLis cerpen dLu.. Aq baca,tp Lupa.Kaya'a ada ttg radio'a.Hehe..
Km yg q ingat,bgitu sdrhana,n mudah akrab.SimpeL n bijak.HweLehh...
Btw,piye kabare Bu?
06 Februari 2010 jam 5:16

Lina Az-zahra Yah bgtu lah n0or hidayati. Sering lupa ny dr pd ingetny.. D ambil gy n00r. Truz d lem pake lem kastol biar kece2ran gy.. Suka mbyangkn tp g d tulis.. Hhe.
06 Februari 2010 jam 8:24

Nhirta Bisa kamu sring telat dlm sgla hal..
06 Februari 2010 jam 11:20

Cucu Sulastri stu hal yg prlud ingat, bkn sbrph bnyk mimpi yg kt pnya tp sbrph kuat mimpi yg kt ingin wjudkn.
06 Februari 2010 jam 16:21

Miki Arnoldi Dalam mimpi yg sempurna..
07 Februari 2010 jam 8:17

Rahmi Wijayanti
dulu aku sering iri padamu karena kamu mempunyai begitu banyak mimpi..dan rasa-rasa nya kamu punya kekuatan yagn besar untuk mewujudkannya seperti halnya ketika kamu menggebu-gebu ketika menceritakannya pada ku.

masih teringat ketika kau tak... mengumpulkan uang jajan mu hanya untuk membeli buku kiat jitu menulis karena mimpi mu ingin menjadi seorang penulis, lebih memilih untuk membeli cerpen, novel, dan buku non fiksi lainnya dibanding inventaris fashion yang kau anggap kurang penting.
lantas itu apa??

obsesi untuk menjadi seorang penyiar radio,,
karena kau telah mampu mengenal dirimu sebagai seorang yang berkemampuan vokal yang baik.
lantas itu apa??

obsesi untuk menjadi seorang yang bekerja di balik layar...
menjadi sutradara, karena menurut mu dakwah bisa menjadi efektif ketika itu di campur dengan hal-hal yang menarik dan mudah dipahami oleh orang lain
lantas itu apa??

obsesi mu untuk melihat pantai lombok...
lantas itu apa???

obsesi mu untuk s2 di australia...
lantas itu apa???

lantas apa yang yang kau pikirkan sekarang???
hanya memikirkan ketidakmungkinan kah???
atau menyalahkan dirimu sendiri...(aku takkan mampu)
untuk apa bermimpi ketika itu hanya menjadi sebuah wacana yang bahkan hanya menjadi sebuah dongeng di pulau mimpi mu untuk ku!!!!
lantas untuk apa kau bermimipi???
jika hanya menjadi sesuatu yang tak berguna....
sehingga sekarang jiwa terombang ambing dalam dunia pilihan apakah ingin menjadi seorang yang hidup dalam realistis atau hanya imaginasi...
pilihlah atau kau hanya tertelan oleh gelombang mimpi mu!!!Lihat Selengkapnya
08 Februari 2010 jam 16:36

Akifah Fatimah ayo mb'cpt cri kembali mimpi2 yang hilang itu kemudian dikukpulkan,.. tuk meraih mimpi yang nyata,.. semangat!!!
08 Februari 2010 jam 18:59

Fitri Rachmawati Meski kau lupa dg mimpi2 mu,,untung km msh ingt aq to bantu mengingatkanmu akn mimpi2 iT..
08 Februari 2010 jam 19:30

Fitri Rachmawati Km ingin jd pnulis,,aq tw it cZ km sering bqn cerpen+bli buku ttg pnulis it bareng aq nooR..Km jg pnya impian ttg kebUn
08 Februari 2010 jam 19:33

Arifah Maya harus ada yang dikorbankan entah mimpi itu akan kamu wujudkan ATAU akan kau singkirkan jauh2...itu smua hanyalah masalah SUBYEK dan OBYEK.itulah inti dari MENJADI KUAT!wujudkan dulu apa yang ada di depanmu dengna sebaik-baiknya, niscaya dengan sendirinya akan ada jalan menuju mimpi2mu..
09 Februari 2010 jam 7:27

Arifah Maya YANG PASTI BERLARILAH TANPA LELAH SAMPAI ENGKAU MERAIHNYA..
09 Februari 2010 jam 12:40

Rahmi Wijayanti jadilah penakhluk mimpi...bukan hanya sang pemimpi atau cukup realistis saja seperti halnya diriku!!!!!
14 Februari 2010 jam 16:07

Kutulis di hari ke-10 Ramadhan ini, q berdo’a… Rabb pemilik alam semesta.. peluklah mimpi-mimpiku…

Dan sekarang, 31 hari menjelang Ramadhan di usia 23 =)

Jumat, 15 Juni 2012

Moving On

-->
Maaf, postingan sudah dipindah ke Blog satunya

10 Januari 2012


Di perjalanan menuju kantor, di hari pertama kerja. Yah kerja.. istilah itu seperti  istilah keramat saja selama ini. Mengingat status saya yang sudah tidak kuliah. Kata itu sudah seperti kata wajib untuk menamai suatu fase setelah pendidikan. Apapun pendidikannya..
“Sekarang kerja dimana mbak Noor?”
“Belum kerja siih, tapi kalau kerjaan ada” seperti itu biasanya kalau saya ditanya. Nah, berarti saya termasuk penerima mazhab fase-fase kehidupan itu ya? Ha ha
Di jalan itu, saya antara percaya dan tidak telah menjadi salah satu bagian dari kerumunan orang berkendaraan di pagi hari untuk sampai tepat waktu di tempat kerjanya. Setelan seragam kantoran, sepatu phantofel, tas kantor (lazimnya sih seperti itu, tapi saya masih setia dengan tas gendong yang baru hari ini saya ketahui kalau jaitannya ada yang copot lagi), dan banyak juga yang pakai jaket karena mungkin jarak tempuhnya cukup jauh.
Cerita ini belum selesai dan baru saya tulis kembali setelah 5 bulan masa kerj Saya. Setelah 3 bulan training dan perpanjangan kontrak selama satu tahun di tanggal 10 April kemarin. Dan setelah itu saya belajar meresapi segalanya. SEGALA-GALANYA.
Asal tau saja, meski menurut kebanyakan orang saya menyebrang jauuuuh dari displin ilmu saya, tapi tidak menurut saya. Anda percaya kan, kalau takdir itu bekerja secara misterius? Kira-kira  begitulah takdir bekerja pada saya. Setidaknya, saya sudah membayangkan pekerjaan semacam ini sejak saya masih SD. Secara absurd, tanpa tau apa nama pekerjaan ini. Apapun, yang penting membantu masyarakat, baik secara komunal maupun personal untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tumpah dari surga di bumi Indonesia.
Fase saya masuk kuliah dan memilih berkegiatan di dunia kerelawanan kalau boleh jujur saya jalani seperti orang tidur/tidak sadarkan diri. Namun kemudian, entah bagaimana dapat terbentuk menjadi mekanisme yang mendukung. Memang saya telah memilih tapi tanpa kesadaran penuh. Apalagi soal kuliah! Yang saya pahami dari cita-cita absurd saya itu, maka saya haruslah kuliah di ilmu pertanian atau menjadi politikus (tanpa tau disiplin ilmu yang relevan). Sementara, keluarga yang memprospek saya untuk langsung “dapat kerja” begitu lulus kuliah mengarahkan saya ke jurusan ilmu-ilmu kesehatan. Padahal, ketika masih SMA dan sering mendapat brosur Sekolah tinggi maupun PTN/PTS, jurusan kesehatanlah yang paling saya abaikan. Jangankan saya baca, pegang pun tidak. JIka pada akhirnya saya masuk ke STIKES Surya Global Yogyakarta jurusan Kesehatan Masyarakat konsentrasi Rekam Medik, itu lebih karena kakak saya yang tidak tau beda jauh antara Radiologi dan Rekam Medik. Jika saja saat itu STTNas BATAN masih membuka pendaftaran, jadilah saya sebagai radiographer sekarang. Kemudian mati muda karena sering-sering terpapar radiasi, heee..
Setelah itu, entah bagaimana saya tersihir dengan kata-kata pemberdayaan masyarakat. Seperti sudah insting saja, tanpa tau maknanya. Satu kali mendaftar menjadi relawan PKPU dan gagal, kemudian mendaftar di relawan Rumah Zakat dan baru di pendaftaran kedua saya diterima dengan perjuangan yang berdarah-darah.. heu heu.. Disinilah semuanya mulai tereja sedikit demi sedikit. Saya sangat menikmati diskusi-diskusi dan kajian-kajian mengenai pemberdayaan masyarakat, terjun langsung dalam kegiatan masyarakat dan tentu saja edisi membaca ayat-ayat kauniah bersama teman-teman relawan. Yaah.. justru orang-orang yang ada di relawanlah yang mengajari saya banyak hal. Sadar atau tidak, mereka telah banyak merubah hidup saya. Ini, tidak hanya terjadi pada saya, tapi pada hampir semua orang yang tergabung dalam entitas ini. Kemudian intersection antara kesiapan dan kesempatan itu terjadi. Akhir tahun 2011 saat masa penantian wisuda , peluang itu hadir. Saya dilamar untuk dapat menempati posisi kosong karena mutasi beberapa pemegang amanah. And, Well…  This is It. I Love My Job.

Kamis, 07 Juni 2012

Rectoverso, sebuah makhluk hibrida


Aku lebih dulu kenal lagunya ketimbang bukunya. Gara-gara curhat dengan adik dan disuruhnya aku untuk jadi cicak di dindingnya saja. Kupikir darimana ia mendapatkan kata semenggelitik itu, ternyata dari lagu cicak di dinding, album Rectoversonya Dee. Dan setelah ku dengar…: Lucu!
… Kuingin jadi cicaaaak, di dindingmuu..
melekat menemani, membelai dinding jiwamu..
Dulu, pernah juga aku baca promonya: Rectoverso, dengar ceritanya, baca musiknya..
Sedang menikmati Mushashi sebenarnya.. ketika tergoda kelezatan Rectoverso

Dan Rectoverso yang ini berbentuk cerita pendek 11 potong. Curhat buat sahabat, selamat ulang tahun, aku ada, malaikat juga tau, peluk, cicak di dinding, hanya isyarat, firasat, tidur, dan 2 lagi dalam bahasa inggris yang tak kuingat dan tak kubaca. Tak sanggup ku baca yang 2 itu. In Bahasa Indonesia, Dee’s writing style sounds very artistic, nearly complicated right? So, You can’t hope it will be more simply in English. Haaa haaa..
Kesebelas kisahnya tak memerlukan nama tokoh. Cukup dengan kata ganti. Namun, kurasa di kisah “Peluk”, tokoh utamanya adalah Dee sendiri dan Marcel mantan suaminya. Kenapa aku begitu yakin? Karena aku punya firasat! Haaa.. Kira-kira apa komen Dee kalo tiba-tiba secara entah bagaimana dia baca tulisan ini? Pikirnya mungkin, “Itu firasat atau sok tau?!” Hmmm aku memang punya penyakit sok tau yang kronis..
Semuanya, eh maksudnya kesembilannya adalah soal cinta yang sederhana. Sederhana lahirnya, sederhana caranya, sederhana pelakunya, sederhana hilangnya, sederhana semuanya. Ini menurutku lho.. kamu boleh punya pendapat lain. Disana tak ada yang terlalu meletup tanda antusiasme berlebihan sebab kebahagiaan tak terkira.
Aku menangkap kesan manis di lagu aku ada, kesan lucu di lagu cicak di dinding, kesan syahdu di kedua-dua lagu dan cerita firasat… Begitulah kira-kira..
Haaa.. jadi ketularan flat!

Jumat, 01 Juni 2012

Minggu, 27 Mei 2012

Cara memilih kambing yang baik dan benar:


1.       Lihat panjang tubuhnya (Makin panjang, makin baik)
Panjang tubuh diyakini sebagai bibit yang baik bagi keturunan-keturunan kambing selanjutnya.
Ini ni salah satu contoh yang badannya panjang. "Maap ya bang, aye pantatin"

2.       Lihat giginya (berlaku untuk kambing betina)
Jadi menurut ahli perkambingan asal Pleret, dan disepakati oleh consensus di pasar kambing Pleret, bahwasannya: Kambing yang belum ganti gigi (giginya masih putih) itu belum pernah bunting. Nah, indicator ini akan membantu anda untuk memperkirakan masa produktif si kambing, jika akan dikembangbiakkan.
3.       Lihat telinganya (makin panjang makin bagus)
4.       Lihat, apakah dia pakai kacamata atau tidak
Ada beberapa kambing kulit dekat kedua matanya berwarna hitam dan melingkar sedemikian rupa sehingga  terlihat seperti memakai kacamata. Nah, kambing berkacamata ini lebih bagus ketimbang kambing yang tidak berkacamata.
Ini kambing berkacamata =)
5.       Lihat lidahnya
Kambing dengan lidah berwarna putih, biasanya akan lebih cerewet ketimbang yang berwarna merah.
6.       Lihat tanduknya (untuk kambing jantan)
Tanduk yang melengkung sempurna, tapi dese masih terlalu kecil untuk jadi pejantan!
Jika anda hendak memelihara pejantan, maka tanduk adalah factor penting kejantanan seekor kambing. Semakan kokoh dan melengkung sempurna semakin baik.

Pasar kambing Pleret. Tiap Kliwon dan Pon :D

Sumber: Persekutuan makelar kambing indonesia cabang bantul, ranting pleret.

Selasa, 15 Mei 2012

www.kambingbetina.blogspot.com (huwahaha)


Perjalan pleret-warungboto (kantorku cieee..) yang lamanya 30’ kurang lebih membuatku bisa memikirkan (baca: melamunkan) banyak hal. Mulai dari kerjaanku sendiri, yang meliputi: Rancang program sampai implementasi, kondisi memberku dan kemungkinan pengembangannya, laporan-laporan, sampai membayangkan design kreatif produk-produk mereka (kedengerannya wow ya!! Padahal aslinya kagaaak) atau memikirkan hidup secara umum dan kemudian sadar kalau ternyata aku terlalu bodoh untuk memikirkan hal yang sebelumnya. Ha ha.. sok complicated..
Nah!! Kali ini aku sedang menggalaukan Kambing. Sebetulnya Domba, tapi aku lebih suka menyebutnya kambing, jadi kambing saja ya.. Ya, Kambing. Dari soal kambing ini aja ya, pikiranku (tetep dibaca: lamunanku) bisa sampe khadijah yang pengusaha sukses dan punya ratusan atau malah ribuan onta. How come? Heee… trus jadinya ngayal suatu hari aku yang begitu. Amiiin.
Anyway, akhir-akhir ini aku suka baca tulisannya Raditya Dika. Apa hubungannya coba? Dari Siti Khadijah yang super duper keren ke Raditya Dika yang (katanya dia sendiri) bodoh.
Hubungannya, aku kan punya blog (yang sedang kalian baca ini, walaupun anda adalah pembaca pertama dan terakhir), nah aku pengen ceritaaaaaaaaaa semuaaaaaaa perjalanan perkambingan ini disini. Truss, kalo Dika yang gak bener-bener cerita soal kambing aja blognya dulu namanya kambing jantan, nah ini kan aku cerita soal kambing beneran!! Jadi gimana kalau blogku kuganti nama jadi “Kambing Betina.blogspot.com”? Dari pada “Ide Brilian” padahal mah gak brilian-brilian amat! Yang bilang itu brilian juga cuma aku :’(  
Tapi yaaaah aku gak punya mental segede Dika untuk menerima akibat dari semua itu. Biarkan semua seperti adanya…
Well, see you di tulisan selanjutnya :D

My route of engineering


Minggu, 06 Mei 2012